Tuesday, May 17, 2016

Proses Pembuatan Mebel Ukir



Proses Pembuatan Mebel Ukir Jepara
Pada dasarnya, proses pembuatan mebel sama dengan proses pembuata furniture pada umumnya. Yaitu berawal dari kayu log/gelondong, yang dipotong sesuai dengan kebutuhan. Semakin besar ukuran barang furniture, maka semakin besar pula ukuran potongan kayu yang dibutuhkan. Seperti yang sudah dijelaskan pada potingan sebelumnya, ada beberapa jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel ukir. Pemakaian jenis kayu juga disesuaikan dengan permintaan pembeli dan harga dari furniture tersebut.


Untuk lebih jelasnya, dibawah ini akan dijelaskan proses pembuatan mebel:
1.      Pertama, pemtongan kayu log/gelondong menjadi lembaran papan
Untuk bisa dibentuk menjadi barang furniture, kayu log/gelondong dipotong terlebih dahulu menjadi lembaran papan yang tebalnya disesuaikan dengan barang yang akan dibuat.
       

2.      Kedua, pengeringan kayu
Supaya kayu tidak menyusut dan mengalami kerusakan, sebelumnya dilakukan pengeringan pada kayu untuk mengurangi kadar air dalam kayu. Ada beberapa cara untuk mengeringkan kayu, yakni menggunakan oven pengering kayu dan bisa juga dengan dijemur dibawah terik matahari.

3.      Ketiga, pembuatan pola
Langkah selanjutnya ialah membuat pola pada kayu yang sudah kering, kemudian dilakukan pemotongan sesuai dengan pola. Pola-pola tersebut merupakan bagian-bagian dari kesatuan bentuk barang furniture.


4.      Keempat, merangkai bagian-bagian menjadi barang yang utuh
Dari semua bagian yang ada dan sesuai dengan pola, disusun menjadi bentuk barang furniture yang utuh. Seperti dipan/tempat tidur, meja kursi, lemari, dan masih banyak furniture  barang pakai maupun barang untuk hiasan.
    

5.      Kelima, pengecekan
Setelah terbentuk barang yang utuh, dilakukan pengecekan barang. Pengecekan barang dilakukan untuk memperbaiki atau menambal bagian-bagian yang belum sempurna. Seperti kayu yang berlubang, kayu yang retak, dan kerusakan-kerusakan yang lain.

6.      Keenam, finishing
Tahap terakhir sebelum nantinya bisa dipergunakan ialah finishing/pewarnaan.

Untuk proses finishing, nanti akan dijelaskan lebih lengkap pada postingan proses finishing furniture

Proses Finishing Furniture



Proses Finishing Furniture
Seperti yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, bahwa saya akan memposting tentang proses finishing secara detail. Nah, sekarang mari kita baca selengkapnya.
Proses finishing hasil kerajinan mebel, semua hamper sama prosesnya. Dimulai dari pengeringan barang, penambalan, pengampelasan, pengecatan, dan yang terakhir dipacking untuk selanjutnya dikirim ke pembeli. Dibawah ini akan dijelaskan proses-proses tersebut diatas:

1.     Pengeringan Barang
Setelah barang furniture jadi, belum bisa langsung dilakukan pengecatan. Terlebih dahulu harus dijemur dibawah terik matahari, karena semakin sedikit kadar air pada kayu maka semakin bagus hasil pengecatan.
2.    Penambalan
Setelah kadar air pada kayu dikira cukup setelah penjemuran, dilakukan penambalan lubang-lubang pada kayu yang tidak dikehendaki. Penambalan tersebut dilakukan dengan cara pendempulan. Setelah dempulnya kering, kemudian dilakukan pengampelasan.
3.    Pengampelasan


Pengampelasan permukaan kayu dilakukan untuk menghaluskan permukaan kayu. Baik itu dari bekas pendempulan, ataupun untuk memperhalus permukaan kayu itu sendiri untuk memperoleh hasi yang maksimal.
4.    Pengecatan

Proses pengecatan dilakukan oleh orang yang memang sudah ahli dibidangnya. Dulu proses pewarnaan kayu dilakukan dengan pelitur, namun sekarang pewarnaan dilakukan sengan semprotan kompresor. Pengecatan dengan kompresor dapat mempermudah dan mempercepat waktu pewarnaan, sehingga pewarnaan dapat dilakukan sampai beberapa lapisan.
5.    Packing 

Proses terakhir dari pengerjaan barang furniture sebelum barang dikirim ke pelanggan ialah pengepakan atau packing. Pengepakan dilakukan untuk melindungi barang dari kerusakan atau juga melindungi agar catnya tidak mudah tergores ketika bergesekan dengan benda lain.

Perang Harga dalam Jual Beli Mebel Online


Dijaman yang serba canggih sekarang ini, kita sangat dimudahkan dalam bebisnis online. Baik itu melalui web, blog, ataupun media sosial yang sekarang banyak dimanfaatkan untuk memasarkan produknya atau ada juga yang menjadi reseller. Mulai dari barang-barang hasil kerajinan sampai barang-barang hasil produksi pabrik. Mulai dari eceran sampai grosiran. Mulai dari barang-barang dengan harga sangat murah sampai barang-barang dengan harga yang sangat mahal.
Begitupun dalam bisnis mebel, yang mulai banyak memanfaatkan media sosial untuk memasarkan hasil produksi mebel. Di Jepara, yang merupakan daerah penghasil mebel ukir terbesar di Indonesia mulai banyak yang menggunakan media sosial seperti faceebook, twitter, instagram, line, whatsapp, dan masih banyak lagi. Dari semua kalangan pengusaha mebel, dari pengusaha mebel skala kecil rumahan, reseller mebel, sampai perusahaan mebel skala besar juga memanfaatkan media sosial dalam memasarkan barang kepada konsumen.
Meskipun banyak manfaat dan kemudahan yang didapat para pebisnis mebel, ada juga dampak negatif dari bisnis mebel online. Banyaknya pebisnis mebel online yang mengunggah foto disertai keterangan harga barang, dapat menimbulkan persaingan harga dari para pebisnis mebel yang lain. Dengan adanya persaingan harga, dapat menurunkan harga barang yang menimbulkan kerugian dari pebisnis mebel. Hal tersebut berujung pada kerugian yang dialami oleh para pengrajin mebel, karena harga barang hasil produksinya semakin turun sedangkan biaya produksinya tetap.
Kerugian yang dialami pengrajin mebel mungkin tidak dirasakan oleh reseller mebel, karena para reseller hanya akan menjual barang apabila ada keuntungan yang didapat. Akan tetapi hal tersebut juga bisa berdampak pada sulitnya mencari pengrajin mebel yang mau menjual barang produksinya dengan harga murah dan kualitas yang bagus. Dengan harga yang murah, sulit bagi pengrajin mebel untuk tetap menjaga kualitas barang produksinya.
Oleh karena itu, marilah para pengusaha mebel baik itu pengrajin mebel maupun reseller mebel kita jaga persaudaraan kita dengan tetap bekerjasama untuk menjaga harga barang mebel kita tidak turun sehingga para pengrajin mebel pun dapat menjaga kualitas barang produksinya.

Sentra - Sentra Industri di Jepara

17 Mei 2016,

Ada yang menarik dari Kabupaten Jepara apabila dilihat dari peta industri. Di Jepara sendiri ada banyak kerajinan yang menunjukkan karakteristik wilayahnya. Seperti industri ukir, monel, kain tenun, gerabah, konveksi, dan industri mainan anak.
Oleh karena itu pemerintah menetapkan daerah-daerah sebagai sentra industri. Sentra industri ukir di desa Tahunan, sentra industri monel di desa Krian, sentra industri kain tenun di desa Troso, sentra industri gerabah di desa Mayong, sentra industri konveksi di desa Sendang, dan sentra industri mainan anak di desa Teluk Sidi.
Dengan ditetapkannya wilayah-wilayah sentra industri tersebut, dapat menarik minat pengunjung ataupun pembeli dari dalam maupun luar derah. Karena para pengunjung tidak kebingungan untuk menentukan tujuan sesuai dengan keinginan ataupun kebutuhannya. Dengan adanya pembagian wilayah yang jelas juga mempermudah pemerintah dalan menentukan kebijakan dalam bidang ekonomi. Sebagian besar masyarakat di Jepara bekerja sebagai karyawan di industri-industri tersebut. Baik di industri kecil rumahan maupun industri besar.